Pendidikan
Apr16

COOPERATIVE SCRIPT

0 komentar

Coopperative script merupakan model pembelajaran yang dapat meningkatkan daya ingat siswa (Slavin, 1994:175). Hal tersebut sangat membantu siswa dalam mengemabangkan serta mengaitkan fakta-fakta dan konsep-konsep yang pernah didapatkan dalam proses pemecahan masalah. Pembelajaran cooperative script merupakan salah satu bentuk atau model pembelajaran kooperatif. Model pembelajaran cooperative script dalam perkembangannya mengalami banyak adaptasi sehingga melahirkan beberapa pengertian dan bentuk yang sedikit berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Pengertian model pembelajaran cooperative script menurut Dansereau dalam Salvin (1994) adalah scenario pembelajaran kooperatif. Artinya, setiap siswa mempunyai peran saat diskusi berlangsung.

Menurut Schank dan Abelson dalam Hadi (2007:18), model pembelajaran cooperative script adalah pembelajaran yang menggambarkan interaksi siswa seperti ilustrasi kehidupan social siswa dengan lingkungannya sebagai individu, dalam keluarga, kelompok masyarakat, dan masyarakat yang lebih luas dan kompleks. Sementara itu, menurut  Brousseau (2002) dalam Hadi (2007:18) menyatakan bahwa model pembelajaran cooperative script adalah secara tidak langsung terdapat kontrak belajar antara guru dengan siswa dan siswa dengan siswa mengenai cara berkolaborasi.

Berdasarkan beberapa pengertian mengenai model pembelajaran cooperative script di atas antara satu dengan yang lainnya memiliki ciri dan maksud yang sama, yaitu terjadi suatu kesepakatan antara siswa dengan guru dan siswa dengan siswa lainnya untuk bekerja sama dan berkolaborasi memecahkan suatu permasalahan dalam sebuah proses kegiatan pembelajaran dengan beberapa cara yang kolaboratif seperti halnya menyelesaikan maslalah yang terjadi di dalam kehidupan social siswa yang lebih luas.

Pada pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran cooperative script terjadi sebuah kesepakatan antara siswa dengan aturan-aturan dalam berkolaborasi, yaitu siswa yang satu dengan siswa yang lainnya bersepakat untuk menjalankan perannya masing-masing. Siswa yang berperan sebagai pembicara membacakan hasil pemecahan yang diperoleh beserta prosedurnya dan siswa yang menjadi pendengar, menyimak, dan mendengar penjelasan dari pembicara serta mengingatkan sekaligus pembicara jika ada kesalahan. Masalah dipecahkan bersama untuk kemudian disimpulkan bersama.

Sementara kesepakatan antara guru dan siswa, yaitu peran guru sebagai fasilitator yang mengarahkan siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran. selain itu, guru juga mengontrol selama proses kegiatan pembelajaran berlangsung dan guru juga mengarahkan siswa jika merasa mendapatkan kesulitan dalam mengerjakan tugas dan pekerjaannya. Pada interaksi siswa terjadi kesepakatan, diskusi, menyampaikan pendapat dari ide-ide pokok materi, saling mengingatkan dari kesalahan konsep yang disimpulkan, dan membuat kesimpulan bersama. Interaksi belajar yang terjadi benar-benar interaksi dominan siswa dengan siswa. Dalam aktivitas siswa selama proses pembelajaran cooperative script benar-benar memberdayakan potensi siswa untuk mengaktualisasikan pengetahuan dan keterampilannya. Jadi, sangat sesuai dengan pendekatan konstruktivis yang dikembangkan saat ini.

Berikut langkah-langkah untuk mengaplikasikan atau menerapkan model pembelajaran cooperative script dalam proses dan kegiatan pembelajaran, yaitu:

  1. Guru membagi siswa untuk berpasangan satu dengan yang lainnya.
  2. Guru membagikan wacana atau materi kepada masing-masing siswa untuk kemudian dibaca dan membuat ringkasan atau kesimpulan.
  3. Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar.
  4. Sesuai kesepakatan yang telah dibuat, siswa yang menjadi pembicara membacakan ringkasan atau prosedur pemecahan masalah selengkap mungkin dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasan dan pemecahan masalahnya. Sementara itu, pendengar harus menyimak atau mengoreksi atau menunjukkan ide-ide pokok yang dinilai kurang lengkap, serta membantu mengingat atau menghafal ide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya.
  5. Bertukar peran, semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya, serta lakukan seperti yang di atas.
  6. Guru bersama siswa membuat sebuah kesimpulan.

Setiap model pembelajaran memiliki kelebihan dan kekurangannya. Berikut beberapa kelebihan dalam penerapan model pembelajaran cooperative script, di antaranya adalah:

  1. Melatih pendengaran, ketelitian, dan kecermatan.
  2. Setiap siswa mendapatkan perannya masing-masing.
  3. Melatih mengungkapkan kesalahan orang lain sebagai proses dan kegiatan mengoreksi dan mengkritisi.

Sedangkan kekurangannya yaitu:

  1. Model pembelajaran cooperative script hanya digunakan untuk beberapa mata pelajaran tertentu saja.
  2. Hanya dilakukan oleh dua orang.

Demikian artikel yang dapat kami sajikan, jangan lupa berikan keritis dan saran yang membangun pada kolom komentar di bawah ini. Tag:

Rating artikel ini!
COOPERATIVE SCRIPT,5 / 5 ( 1voting )

Penulis: 

author

Posting terkait "COOPERATIVE SCRIPT"

Tinggalkan pesan "COOPERATIVE SCRIPT"