Pendidikan
Apr18

INKUIRI

0 komentar

Model pembelajaran inkuiri merupakan salah satu model yang dapat mendorong siswa untuk aktif dalam pembelajaran. Kunandar (2010:371) menyatakan bahwa pembelajaran inkuiri adalah kegiatan pembelajaran di mana siswa didorong untuk belajar melalui keterlibatan aktif mereka sendiri dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip, dan guru mendorong siswa untuk memiliki pengalaman dan melakukan percobaan yang memungkinkan siswa menemukan prinsip – prinsip untuk diri mereka sendiri.

Lebih lanjut, Wina (2006:196) menyatakan bahwa strategi pembelajaran inkuiri adalah rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan pada proses berpikir secara kritis dan analitis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan.

Berdasarkan pendapat ahli yang dikemukakan di atas, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran inkuiri adalah rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan pada keaktifan siswa untuk memiliki pengalaman belajar dalam menemukan konsep-konsep materi berdasarkan masalah yang diajukan.

Langkah-langkah

Untuk memudahkan guru dalam mengimplementasikan model pembelajaran ini, maka perlu untuk mengetahui dan memahami mengenai tahap-tahap atau langkah-langkah dalam pengaplikasiannya dalam proses dan kegiatan pembelajarannya, sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai dan terpenuhi dengan baik. Berikut penjelasan mengenai prosedur atau langkah-langkah model pembelajaran inkuiri ini, yaitu:

  1. Membina suasana yang responsif di antara siswa
  2. Mengemukakan permasalahan untuk diinkuiri (ditemukan) melalui cerita, film, gambar, dan sebagainya. Kemudian, mengajukan pertanyaan kearah mencari, merumuskan, dan memperjelas permasalahan dari cerita dan gambar.
  3. Mengajukan pertanyaan – pertanyaan kepada siswa. Pertanyaan yang diajukan bersifat mencari atau mengajukan informasi atas data tentang masalah tersebut.
  4. Merumuskan hipotesis / perkiraan yang merupakan jawaban dari pernyataan tersebut. Perkiraan jawaban ini akan terlihat setidaknya setelah pengumpulan data dan pembuktian atas data. Siswa mencoba merumuskan hipotesis permasalahan tersebut. Guru membantu dengan pertanyaan – pertanyaan pancingan.
  5. Menguji hipotesis, guru mengajukan pertanyaan yang bersifat meminta data untuk pembuktian hipotesis.
  6. Pengambilan kesimpulan dilakukan guru dan siswa (Piaget dalam Ida, 2005 : 55).

Kelebihan

Sama dengan model-model pembelajaran lainnya, model inkuiri ini pun tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan ini dapat dijadikan motivasi untuk kita untuk menerapkan model inkuiri ini dalam proses dan kegiatan pembelajaran kita, sedangkan kekurangan yang dimiliki model inkuiri ini dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan kita sebagai seorang guru untuk menerapkan model itu atau tidak. Tentu pertimbangannya harus disesuaikan dengan segala sesuatunya, termasuk di dalamnya disesuaikan dengan materi pelajaran, tujuan pembelajaran, dan juga waktu yang tersedia. Berikut kelebihan yang dimiliki model pembelajaran inkuiri, di antaranya:

  • Merupakan strategi pembelajaran yang menekankan kepada pengembangan aspek kognitif, afektif, dan psikomotor secara seimbang sehingga pembelajaran dengan strategi ini dianggap lebih bermakna.
  • Dapat memberikan ruang kepada siswa untuk belajar sesuai dengan gaya belajar mereka.
  • Merupakan strategi yang dianggap sesuai dengan perkembangan psikologi belajar modern yang menganggap belajar adalah proses perubahan tingkah laku berkat adanya pengalaman.
  • Dapat melayani kebutuhan siswa yang memiliki kemampuan di atas rata-rata.

Kekurangan

Selain kelebihan, model pembelajaran inkuiri pun memiliki kekurangan. Berikut beberapa kekurangan yang dimiliki model pembelajaran inkuiri, di antaranya adalah:

  • Pembelajaran dengan model pembelajaran inkuiri memerlukan kecerdasan siswa yang tinggi. Bila siswa kurang cerdas hasil pembelajarannya kurang efektif.
  • Memerlukan perubahan kebiasaan cara belajar siswa yang menerima informasi dari guru apa adanya.
  • Guru dituntut mengubah kebiasaan mengajar yang umumnya sebagai pemberi informasi menjadi fasilitator, motivator, dan pembimbing siswa dalam belajar.
  • Karena dilakukan secara kelompok, kemungkinan ada anggota yang kurang aktif.
  • Pembelajaran inkuiri kurang cocok pada anak yang usianya terlalu muda, misalkan SD.
  • Cara belajar siswa dalam metode ini menuntut bimbingan guru yang lebih baik.
  • Untuk kelas dengan jumlah siswa yang banyak, akan sangat merepotkan guru.
  • Membutuhkan waktu yang lama dan hasilnya kurang efektif jika pembelajaran ini diterapkan pada situasi kelas yang kurang mendukung.
  • Pembelajaran akan kurang efektif jika guru tidak menguasai kelas.

Demikian yang dapat kami sampaikan dalam atikel kali ini, jangan lupa berikan kritik dan saran yang membangun pada kolom komentar di bawah ini. Tag:

Rating artikel ini!
INKUIRI,5 / 5 ( 1voting )

Penulis: 

author

Posting terkait "INKUIRI"

Tinggalkan pesan "INKUIRI"