Pendidikan
Apr22

Pembelajaran KUMON

0 komentar

Melalui media tv kita sering mendengar dan menyaksikan iklan pendidikan yang berjudul atau menyuarakan tentang program pendidikan kumon. Namun kita kebanyakan tidak mengetahui sebenarnya apa itu kumon, lembagakah atau programkah? Ternyata kumon merupakan nama dari salah satu model pembelajaran yang telah banyak diterapkan pada lembaga pendidikan yang telah lebih maju. Untuk lebih jelasnya mari kita bahas tentang model pembelajaran kumon.

Model pembelajaran kumon adalah model pembelajaran perseorangan. Level awal untuk setiap siswa kumon ditentukan secara perseorangan. Siswa mulai belajar dari level yang dapat dikerjakannya sendiri dengan mudah dan tanpa kesalahan. Lembar kerjanya telah didesaih sedemikian rupa sehingga siswa dapat memahami sendiri bagaimana menyelesaikan soalnya. Jika siswa terus belajar dengan kemampuannya sendiri, ia akan mengejar bahan pelajaran yang setara dengan tingkatan kelasnya dan bahkan maju melampauinya. System pembelajaran dengan model kumon adalah siswa diberi tugas. Setelah selesai mengerjakan, tugas tersebut langsung diperiksa dan dinilai. Jika keliru dalam mengerjakan dikembalikan untuk diperbaiki kemudian diperiksa kembali. Apabila siswa 5 kali salah, guru membimbingnya sampai dapat mengerjakannya dengan benar.

Langkah – langkah

Kumon merupakan model pembelajaran yang terbilang masih baru digunakan dalam dunia pendidikan, oleh karena itu belum banyak orang atau guru atau praktisi pendidikan yang mengetahui dan memahami model pembelajaran tersebut. Dengan begitu, masih banyak juga guru yang belum mengetahui dan memahami bagaimana langkah-langkahnya sehingga dapat diterapkan dalam proses dan kegiatan pembelajaran. Agar lebih memahami lagi, berikut penjelasan mengenai prosedur atau tahap – tahap atau langkah – langkah pembelajaran yang menerapkan model pembelajaran kumon, yaitu sebagai berikut:

  1. Mula – mula, guru menyajikan konsep dan siswa memerhatikan penyajian tersebut.
  2. Kemudian siswa mengambil buku saku yang telah disediakan, menyerahkan lembar kerja PR yang sudah dikerjakan di rumah, dan mengambil lembar kerja yang telah dipersiapkan guru untuk dikerjakan siswa pada hari tersebut.
  3. Siswa duduk dan mulai mengerjakan lembar kerjanya. Karena pelajaran diprorgam sesuai dengan kemampuan masing – masing, biasanya siswa dapat mengerjakan lembar kerja tersebut dengan lancer.
  4. Setelah selesai mengerjakan, lembar kerja diserahkan kepada guru untuk diperiksa dan diberi nilai. Sementara lembar kerjanya dinilai, siswa berlatih dengan alat bantu belajar.
  5. Setelah lembar kerja selesai diperiksa dan diberi nilai, guru mencatat hasil belajar hari itu pada “daftar nilai”. Hasil ini nantinya akan dianalisis untuk penyusunan program belajar berikutnya.
  6. Bila ada bagian yang masih salah, siswa diminta untuk membetulkan bagian tersebut hingga semua lembar kerjanya memperoleh nilai 100. Tujuannya agar siswa menguasai pelajaran dan tidak mengulangi kesalahan yang sama.
  7. Jika sampai mengulang 5 kali, guru melakukan pendekatan kepada siswa dan menanyakan tentang kesulitan – kesulitan yang dihadapi.
  8. Setelah selesai, siswa mengikuti latihan secara lisan. Sebelum pulang, guru memberikan evaluasi terhadap pekerjaan siswa hari itu dan memberitahu materi yang akan dikerjakan pada hari berikutnya.

Kelebihan

Model pembelajaran kumon memiliki kelebihan dan kekurangan, sama halnya dengan model – model pembelajaran yang lainnya. Berikut beberapa kelebihan yang dimiliki model pembelajaran kumon, di antaranya adalah:

  • Model pembelajaran kumon bersifat objektif, karena sesuai dengan kemampuan karena sebelum anak belajar ada tes penempatan sehingga anak tidak merasa terbebani. Jadi, semua anak yang belajar telah sesuai dengan kapasitasnya masing – masing.
  • Bahan pelajaran tersusun atas langkah – langkah kecil sehingga anak bisa memperoleh kemampuan dasar yang kuat.
  • Dalam proses pembelajarannya, anak mengerjakan soal secara mandiri dari tingkat yang mudah sampai tingkat yang lebih sulit. Bila mengalami kesulitan bisa melihat buku penyelesaian sehingga pembelajaran akan lebih bermakna.
  • Kumon mengajak anak untuk disiplin.

Kekurangan

Selain memiliki kelebihan, model pembelajaran kumon pun memiliki berbagai kekurangan. Berikut beberapa kekurangan model pembelajaran kumon, di antaranya yaitu:

  • Tidak semua siswa dalam satu kelas memiliki kemampuan yang sama.
  • Anak belajar secara perorangan sehingga dimungkinkan tumbuh rasa individualism.
  • Kedisiplinan kumon kadang membuat anak – anak menjadi tidak kreatif.

Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk sahabat semua, jangan lupa berikan komentar sahabat pada kolom komentar di bawah ini.

 

Tag:
Rating artikel ini!
Pembelajaran KUMON,5 / 5 ( 1voting )

Penulis: 

author

Posting terkait "Pembelajaran KUMON"

Tinggalkan pesan "Pembelajaran KUMON"