Kecantikan
Mei20

Cara Menjaga Kesehatan Anak Balita Dari Berbagai Penyakit

0 komentar

Kesehatan menjadi hal yang sangat penting bagi semua orang, terutama bagi anak balita yang masih dalam tahap tumbuh kembang. Daya tahan anak balita yang masih rentan membutuhkan perawatan ekstra dari kedua orang tuanya. Tidak mau kan jika anak balita kita sering mengalami sakit-sakitan? Orang tua selalu mengharapkan anaknya tumbuh sehat dan ceria. Maka dari itu Menjaga Kesehatan Anak Balita Dari Berbagai Penyakit mutlak dilakukan.

Lakukan mulai dari hal yang kecil ketika anda ingin menjaga kesehatannya, seperti mengawasi asupan makanan hingga kebersihan lingkungan tempat tinggal. Biasanya anak balita memiliki rasa penasaran yang tinggi untuk mencoba setiap makanan yang ada. Tentu makanan tersebut belum tentu cocok untuknya, di situlah peran orang tua untuk mengawasinya. Sebaiknya mengenalkan makanan sehat sejak dini, agar terbiasa dan tidak asing lagi. Sayuran dan buah-buahan sering tidak disukai anak balita, padahal kedua makanan ini bagus untuk mendukung kesehatan.

Namun, menjaga kesehatan anak balita juga tergantung pada pengetahuan si orang tuanya sendiri. Bekali diri anda dengan pengetahuan tentang kesehatan seperti pemenuhan gizi yang seimbang, olahraga yang baik untuk kesehatan atau memberikan pemahaman sejak dini bahwa sehat itu penting. Jauhkan anak dari makanan instan atau fast food, kalau pun mau memberinya sebaiknya jangan terlalu sering. Lebih baik menjaga daripada mengobati bukan?

Berbekal kasih sayang kepada buah hati, ditambah pengetahuan yang cukup mengenai kesehatan, maka anak balita anda akan menjadi sehat. Untuk menambah tumbuh kembang anak, coba beberapa cara di bawah ini!

1. Berjemur di Pagi Hari

Menjaga kesehatan anak balita salah satunya dengan cara mengajak berjemur di pagi hari sambil melakukan beberapa gerakan olahraga. Selain untuk menghangatkan tubuh, anda juga bisa berinteraksi dengan anak lebih dekat. Tidak perlu melakukannya setiap hari, hanya beberapa kali dalam seminggu. Jika mau menjemur bayi atau anak balita, cukup selama 10-15 menit sebelum jam 08.00.

Sinar matahari yang bagus untuk pertumbuhan tulang ini harus dimanfaatkan dengan benar. Selain itu, berjemur di pagi hari juga bisa menguraikan bilirubin menjadi senyawa yang larut dalam air kemudian dikeluarkan melalui urin.

2. Pentingnya Makan

Anak balita idealnya memperoleh asupan gizi yang seimbang agar daya tahan tubuh yang terbentuk bisa mencegah berbagai penyakit. Minimal, makanan yang diperolehnya memiliki 3 kandungan yakni karbohidrat dan lemak sebagai zat tenaga, protein sebagai zat pembangun, dan vitamin dan mineral sebagai zat pengatur. Komposisi yang dianjurkan sebaiknya 50-70% karbohidrat, 20-30% lemak, 10-15% protein.

Mungkin yang menjadi problem setiap orang tua adalah balita yang hanya menyukai jenis makanan tertentu saja. Kebanyakan anak balita sering pilih-pilih makanan, tentu ini tidak baik karena tidak seimbang. Disitulah kreativitas orang tua dibutuhkan, anda bisa mensiasatinya dengan cara membentuk makanan semenarik mungkin, seperti nasi yang dibentuk menjadi wajah orang. Kemudian tambahkan beberapa sayuran dan sumber protein lain. Intinya, makanan yang kita buat diolah sedemikian rupa sesuai kegemaran sang anak.

3. Jangan abaikan minum

Asupan cairan untuk anak balita pun sangat penting, apalagi pada fase ini sang anak cukup aktif bergerak. Sumber cairan penting bisa berasal dari susu, jus buah, dan air putih. Berikan susu yang sesuai dengan usianya, susu bisa diminum setelah anak selesai makan. Air putih sendiri diberikan sebanyak 2-3 gelas, rutinkan untuk meminumnya sebelum dan sesudah bangun tidur, setelah beraktivitas dan juga setelah makan. Untuk jus, anda bisa memberikannya sebagai selingan (snack) di pagi atau sore hari. Ukuran pemberian susu per hari kira-kira 2-3 gelas (gelas 200 ml) dan jus buah (120 ml).

Karena saat ini banyak minuman kemasan, sebaiknya hindarkan anak balita dari minuman kemasan tersebut. Zat gula yang berlebihan serta bahan kimia yang terkandung di dalamnya tidak baik untuk kesehatan, bukan hanya untuk anak balita, orang dewasa pun sebaiknya mengurangi mengkonsumsi minuman tersebut.

4. Menjaga kebersihan

Peran orang tua sangat penting dalam menjaga kesehatan anak balita dari berbagai penyakit terutama menjaga kebersihan. Bukan hanya kebersihan badannya, akan tetapi juga lingkungan tempat tinggalnya. Lakukan cara-cara persuasif yang lembut agar balita mau menjaga kebersihan. Mulai dari kebersihan badannya, anjurkan untuk mandi 2 kali sehari. Biasakan balita untuk menyabuni seluruh bagian badan termasuk lipatan-lipatan tubuh. Selesai mandi, keringkan menggunakan handuk secara merata.

Menggosok gigi, biasanya anak balita mulai memiliki jumlah gigi yang banyak. Ajarkan cara menggosok gigi yang benar agar bersih. Jika mau memberinya pasta gigi, pastikan aman untuk anak. Kegiatan gosok gigi bersama bisa anda lakukan agar anak balita mencontoh kebiasaan baik orang tuanya.

Cuci tangan dan kaki, sebelum makan atau setelah makan ajarkan anak balita untuk cuci tangan. Kemudian sehabis bermain di luar dan sehabis buang air, kebiasaan kecil ini sangat penting dalam mendukung kesehatan anak balita. Selain tangan, biasakan juga untuk mencuci kaki setiap mau pergi ke tempat tidur, sehabis bermain dan sehabis bepergian.

Yang tak kalah pentingnya juga adalah menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal. Baik di dalam rumah maupun di luar rumah. Tidak ada salahnya jika setiap pagi, anda mengajak anak balita untuk ikut membersihkan rumah. Minimalnya anda bisa memberikan contoh yang baik dalam menjaga kebersihan. Di akhir pekan, bisa membiasakan kedua orang tua untuk mengadakan kegiatan bersih-bersih di luar rumah sambil bermain.

5. Ayo Gerak!

Anak balita memang senang bergerak, anda tak perlu cerewet memarahinya. Berlari, bermain, memanjat, jalan sini jalan sana adalah kesenangan anak balita. Yang terpenting, tetap awasi agar tidak terjadi hal-hal yang membahayakan seperti jatuh dari tangga, main-main barang yang tajam, tersengat listrik atau tercebur ke kolam (bagi anda yang memiliki kolam).

Sebaiknya anak balita bergerak minimal 1 jam per hari (jumlah akumulatif). Jangan berlebihan pula karena bisa menimbulkan kecapean atau dehidrasi. Sempatkan untuk bergerak bersama dengan orang tua di akhir pekan seperti bermain bola, jalan-jalan keliling sekitar rumah dan lain-lain. Hal ini berpengaruh baik kepada aliran darah yang semakin lancar dan membuat daya tahan tubuh menjadi lebih baik.

Setelah bergerak, jangan lupa untuk beristirahat yang cukup. Istirahat yang cukup membantu menjaga hormon kekebalan tubuh dan menjaga daya ingat. Biasakan anak balita untuk tidur siang selama 1-2 jam per hari. Beberapa jam setelah makan siang atau sebelum makan siang. Sehingga total istirahat dalam sehari yakni 12-14 jam, ini merupakan jumlah ideal untuk bayi.

6. Pastikan Tahapan Imunisasi

Imunisasi juga memiliki peranan penting dalam menjaga kesehatan anak balita, lengkapi dengan imunisasi influenza, campak-gondongan-rubelladan cacar air. Usia 15-18 bulan, ada imunisasi ulangan ke-4 untuk imunisasi polio dan DTP, kemudian ada imunisasi yang dianjurkan yaitu Hib dan Pneumokokus. Pada usia 2 tahun, anak balita bisa diberikan imunisasi hepatitis A dan Thyphus. Sehingga anak balita terhindar dari penyakit yang bersangkutan lebih besar.

Mudah bukan menjaga kesehatan anak balita dari berbagai penyakit? Sebaiknya anda sebagai orang tua lebih peduli pada kesehatnnya, karena mencegah lebih baik daripada mengobati. Anda pun tentu tidak mau jika anaknya sering sakit-sakitan, jangan lupa berikan komentar Anda pada kolom komentar di bawah ini. semoga bermanfaat.

Tag:

Penulis: 

author

Posting terkait "Cara Menjaga Kesehatan Anak Balita Dari Berbagai Penyakit"

Tinggalkan pesan "Cara Menjaga Kesehatan Anak Balita Dari Berbagai Penyakit"