Kesehatan
Jul23

Ketahui Seputar Penyakit Gastritis

0 komentar

Mungkin penyakit ini sudah tidak asing lagi di telinga kita, istilahnya hampir setiap hari terdengar. Bahkan mungkin anda adalah seseorang yang memiliki penyakit ini. Penyakit apakah itu? Benar, penyakit lambung (gastritis), atau masyarakat mengenalnya dengan istilah sakit maag. Jangan menganggap sepele penyakit ini, karena jika dibiarkan akan menimbulkan dampak buruk yang luar biasa bagi kesehatan. Gastritis disebabkan oleh adanya peradangan mukosa lambung akibat produksi asam lambung yang tinggi.

Keluhan yang sering dialami oleh penderita diantaranya rasa perih sekitar area ulu hati, sendawa yang berlebihan, perut kembung, mual bahkan pada beberapa penderita sering muntah-muntah setelah perut diisi makanan. Perut kosong akibat pola makan tidak teratur ditambah asupan makanan dan minuman tertentu bisa jadi pemicunya. Sebagai contoh, makanan bercitarasa pedas, asam, kopi, bersoda bisa menimbulkan sakit maag.

Apa itu Gastritis?

Pada kesempatan ini akan membahas seputar penyakit gastritis, Gastritis adalah pembengkakan atau radang di lapisan lambung. Gastritis bisa menyerang seseorang dalam waktu yang singkat atau bahkan lebih lama. Lambung mempunyai sel penghasil asam dan enzim, keduanya berguna untuk mencerna makanan. Untuk melindungi lapisan lambung dari kondisi peradangan, sel-sel tersebut juga menghasilkan lapisan lendir atau biasa disebut “mucin”.

Ada berapa jenis Gastritis?

Beralih ke jenis dari gastritis, dibagi menjadi 2 macam, pembagian ini berdasarkan jangka waktu perkembangan gejala.

1. Gastritis Kronis

Merupakan peradangan pada bagian mukosa lambung dengan waktu hingga bertahun-tahun. Peradangan pada permukaan dinding lambung ini akan menjalar hingga seluruh lapisan dinding bagian dalam lambung akibat dibiarkan oleh penderita. Istilah gastritis kronis atau maag kronis digunakan untuk menggambarkan penyakit maag yang cukup lama dan berulang. Proses peradangannya sendiri terjadi secara perlahan-lahan dimana semakin lama semakin parah dan berbahaya untuk kesehatan.

Gastritis kronis ini seringkali dihubungkan dengan karsinoma lambung dan ulkus peptic, namun ahli kesehatan belum mengetahui sebab akibat di antara keduanya. Perlu ada penelitian lanjutan agar lebih mengetahui secara mendalam sehingga penanganannya pun tepat.

2. Gastritis akut

Gastritis akut atau juga gastritis akut erosif merupakan peradangan yang terjadi pada permukaan mukosa lambung dan sifatnya akut. Jenis yang kedua ini disertai dengan terjadinya kerusakan erosi atau pengikisan pada permukaan dinding bagian dalam lambung. Perkembangan penyakitnya sendiri bersifat tiba-tiba dalam waktu singkat dan ringan, meskipun terkadang dapat menimbulkan keadaan darurat medis berupa pendarahan pada saluran pencernaan bagian atas. Penderita maag akut biasanya mengalami rasa nyeri pada perut yang hebat dan tajam.

Untuk membedakan keduanya, ada beberapa hal yang harus anda ketahui. Penyakit gastritis kronis muncul tanpa gejala yang sifatnya berat, seperti mual, perut kembung, sendawa, nafsu makan yang turun dan nyeri pada ulu hati. Keluhan tersebut bisa terjadi dan dirasakan berulang kemudian menghilang selama beberapa hari, tapi muncul kembali pada suatu waktu. Sedangkan penyakit gastritis akut biasanya dapat muncul dengan gejala nyeri pada ulu hati, perut kembung, muntah dan pada gejala yang berat bisa saja terjadinya pendarahan pada saluran pencernaan. Tanda lainnya adalah muntah darah berwarna hitam dan tinja berwarna hitam lebam akibat pengikisan pada dinding lambung.

Penyebab utama penyakit gastritis yakni sejenis bakteri yang dikenal dengan istilah Helicobacter pylori. Bakteri ini bisa ditemukan pada makanan atau air minum yang tercemar. Beberapa pendapat para ahli kesehatan juga mengatakan bahwa bakteri ini bisa menular dari satu orang ke orang lain. Penyebab lainnya berupa penggunaan obat anti-inflamatori non-steroidal (NSAID) dan seringnya mengkonsumsi alcohol serta obat terlarang. Hal tersebut menyebabkan kerusakan pada dinding lambung.

Penyebab gastritis seseorang tidak selalu berhubungan dengan beberapa hal di atas, penyebab yang umum terjadi yakni:

  • Tidak teraturnya jadwal makan sehingga mengakibatkan lambung sulit beradaptasi dan mengakibatkan kelebihan asam lambung. Dari kondisi tersebut akan menimbulkan iritasi dinding mukosa lambung.
  • Mengkonsumsi minuman dan makanan yang memicu naiknya asam lambung. Seperti kandungan kafein yang tinggi (kopi), makanan asam dan pedas, serta makanan yang dianggap memiliki kandungan gas seperti ubi, buncis, buah nangka dan lain-lain.
  • Stress juga bisa menyebabkan terjadinya perubahan hormonal pada bagian dalam tubuh sehingga bisa merangsang sel dalam lambung secara berlebihan. Stress yang parah bisa menyebabkan nyeri pada ulu hati bahkan beberapa penderita gastritis mengalami kondisi tidak sadarkan diri (pingsan).

Setelah mengetahui penyebab gastritis, anda juga masih belum cukup mengenali seputar penyakit gastritis ini. Masih ada beberapa informasi yang harus diketahui agar pengetahuannya semakin lengkap, yakni gejala gastritis. Penderita merasakan gejala yang berbeda-beda, bahkan ada yang tidak merasakan gejalanya. Beberapa gejala gastritis diantaranya yaitu:

  • Hilangnya nafsu makan, sehingga anda merasa malas makan padahal cukup lapar.
  • Perut kembung dan merasakan nyeri yang menggerogoti dalam lambung.
  • Saat anda makan, merasa cepat kenyang.
  • Mual, muntah dan sakit perut. Ada pula yang mengalami perut kosong selama seharian kemudian makan, tetapi justru malah muntah dan sakit perut. Pada kasus gastritis yang parah terjadinya muntah darah.
  • Terakhir, BAB dengan warna tinja yang hitam pekat.

Segera konsultasi dengan dokter jika anda mengalami gejala di atas. Jika setelah mengkonsumsi obat-obatan tertentu masih merasakan gejala sakit maag selama 1 minggu, disarankan untuk berobat lebih intensif lagi.

Obat memang bisa membantu anda mengendalikan gejala yang terjadi, namun beberapa obat tidak bisa menyembuhkan, hanya sebatas mengurangi rasa sakit. Anda pun tidak bisa menggunakan obat-obatan dalam waktu yang lama, bukan? Menjaga kesehatan lambung lebih penting sehingga gejala penyakit gastritis hilang dan lambung menjadi sehat. Lakukanlah program 3T. Apa itu program 3T? yakni tepat waktu, tepat nutrisi dan tepat solusi.

Tepat waktu, maksudnya merujuk pada jadwal makan yang lebih teratur. Jangan biarkan perut kosong seharian, apalagi makan dalam jumlah besar ketika keadaan tersebut. Kebiasaan inilah yang bisa menambah kerusakan yang terjadi pada lambung semakin parah. Porsi makannya lebih baik diatur, yakni tidak terlalu banyak namun sering makan, sehingga lambung anda tidak kosong.

Tepat Nutrisi, sebagaimana yang telah dibahas di atas bahwa asam lambung bisa naik karena beberapa makanan atau minuman. Oleh karena itu asupan nutrisi untuk tubuh harus diperhatikan dengan baik jika memang tidak ingin merasakan sakit pada lambung.

Tepat Solusi, waktu masih kecil kita diajarkan untuk mengunyah dengan benar dan perlahan agar makanan benar-benar hancur sebelum masuk ke saluran pencernaan. Namun hal ini dilupakan saat beranjak dewasa. Jika makan dengan terburu-buru maka saluran pencernaan akan bekerja ekstra keras dan meningkatkan resiko terjadinya gastritis.

Perawatan medis belum tentu menjamin kesembuhan bagi seorang penderita penyakit gastritis, bisa saja muncul kembali setelah beberapa waktu. Disarankan untuk menerapkan pola hidup sehat, berhenti mengkonsumsi alcohol, menghindari stress dan beberapa kebiasaan baik lainnya. Setelah mengetahui ulasan Seputar Penyakit Gastritis pada artikel ini, penulis berharap anda bisa lebih berhati-hati lagi dan mengutamakan kesehatan. Semoga Bermanfaat. Tag:

Rating artikel ini!

Penulis: 

author

Posting terkait "Ketahui Seputar Penyakit Gastritis"

Tinggalkan pesan "Ketahui Seputar Penyakit Gastritis"