Pengembangan Diri
Agu11

Kegalauan Yang Sering Dialami Seorang Calon Ayah

0 komentar

Asal usul seorang manusia dilahirkan dari Kedua Orang Tua, Ayah dan Ibu. Dan itu sudah menjadi takdirnya, tanpa ada hubungan antara ibu dengan ayah, tentu manusia tidak bisa dilahirkan ke alam dunia. Anak menjadi impian dan dambaan setiap pasangan yang telah diikat oleh tali pernikahan. Bukti cintanya itulah tergambarkan melalui buah hati. Baik pria atau wanita, semuanya mungkin akan menjadi seorang calon ayah atau ibu. Peran inilah yang akan memberikan pengalaman indah selama hidup dan menjadi kunci memperoleh kebahagiaan.

Mungkin, menjadi seorang ayah tidak pernah terbesit dalam benak anda. Karena ketika istri tercinta menunjukkan tanda-tanda kehamilan dan dibuktikan dengan test pack, seringkali kita tidak percaya. Maksudnya tidak percaya disini adalah saking gembiranya bercampur bingung dan serasa mimpi. Menurut beberapa orang yang telah menjadi ayah, pertanyaan yang muncul saat berada dalam keadaan itu adalah “apakah sudah siap menjadi ayah? Apa yang harus dilakukan?”.

Artikel yang sedang anda baca ini mencoba menjawab kondisi yang tidak menentu itu. Tidak heran jika judul yang diambil yakni Kegalauan Yang Sering Dialami Seorang Calon Ayah. Inilah peran besar dalam hidup, jika istri anda sedang mengandung si buah hati, mungkin Tuhan sudah percaya pada anda. Tidak semua orang bisa memiliki anak, dan Tuhan menitipkan anak kepada anda adalah suatu anugerah. Jangan lewatkan kesempatan terbaik ini.

Lalu, apa saja kegalauan yang sering dialami seorang calon ayah? Berikut ulasan lengkapnya bisa anda simak.

Mendidik dan Membesarkan Anak

Poin pertama ini sering menjadi bahan pemikiran calon ayah, karena mendidik dan membesarkan anak harus seimbang. Pendidikan yang benar sejak kecil harus direncanakan dengan baik, sebab jika gagal mendidiknya bisa merugikan anaknya sendiri dan keluarga. Disinilah para calon ayah merasa kebingungan dan khawatir. Terlebih lingkungan saat ini yang semakin tidak relevan dengan norma kehidupan, baik norma agama, norma sosial dan adat istiadat. Oleh karena itu calon ayah dituntut untuk gemar menambah pengetahuan dan memperbaiki diri agar bisa berhasil mendidik anak.

Sedangkan membesarkan anak selalu berkaitan dengan finansial, setidaknya dengan kehadiran anak pengeluaran pun akan meningkat. Kegalauan calon ayah ini bukan tanpa alasan, harga kebutuhan sehari-hari yang semakin mahal tidak berbanding lurus dengan penghasilan. Apalagi calon ayah yang jadi pengusaha, dimana dunia usaha ini sering mengalami naik turun. Perasaan khawatir inilah yang sering menghinggapi benak calon ayah. Mulai dari kebutuhan susu, bedak, popok, pakaian, kesehatan anak, dan lain-lain haruslah dipikirkan dengan matang. Siapkan keuangan yang cukup dari awal pernikahan agar calon ayah tidak merasa khawatir. Asalkan kita berniat dengan kuat, Tuhan pasti akan memudahkan jalannya.

Takut tidak bisa menjadi ayah yang baik

Ketika muncul anggota keluarga baru, yang dinamakan dengan anak, calon ayah harus bersiap menyesuaikannya. Bagi anda yang terbiasa hidup bebas, perlahan harus diubah dan memilih menjadi ayah siaga demi anak yang ada dalam kandungan. Ketakutan tidak mampu menjadi seorang ayah yang baik memang mungkin pernah dialami oleh semua ayah. Jangan berlebihan, anda bisa belajar dan sharing bersama teman yang sudah menjadi ayah. Sering membaca buku parenting atau menambah wawasan dari media di internet bisa semakin memantapkan diri anda. Menjadi ayah yang baik bisa diperoleh dengan belajar dan memberikan yang terbaik untuk anak.

Jadilah sosok panutan sedari istri mengandung si buah hati sehingga istri pun merasa bangga pada anda. Ini memiliki pengaruh besar pada janin, ketika anak lahir dan mulai tumbuh besar maka sikapnya akan sesuai yang kita harapkan. Memberikan contoh lebih mudah daripada harus banyak bicara. Ayah yang baik bukan hanya jadi panutan anak, tapi menjadi pemimpin keluarganya. Maka dengan berusaha menjadi sosok panutan, anda tidak perlu takut tidak bisa menjadi ayah yang baik.

Anggapan mempunyai anak akan berdampak buruk pada hubungan suami istri

Anggapan ini sering menghantui para calon ayah, galau karena takut hubungannya dengan istri menjadi kurang harmonis. Seringkali calon ayah merasa takut kasih sayang istri lebih besar kepada si buah hati daripada ayahnya. Atau bisa juga ketakutan ayahnya tidak terurus dengan baik karena istri fokus merawat anak. Hampir dipastikan semua orang mungkin merasakan hal ini. Jelas, perasaan ini keliru dan harus dibuang jauh karena perasaan inilah justru yang menjadi sebab ketidakharmonisan rumah tangga. Kehadiran anak harus menjadi perekat hubungan suami istri bukan menjadi pemicu ketidakharmonisan keluarga.

Bekerjasama dalam mendidik atau merawat anak akan membuat hubungan anda menjadi lebih romantis. Singkirkan perasaan negatif itu agar berhasil menjadikan anak sebagai kebanggaan keluarga suatu hari nanti.

Pada intinya, calon ayah dituntut untuk membekali diri dengan banyak pengetahuan tentang pengasuhan anak, tips parenting, merawat anak, dan lain-lain. Jangan sampai merasa bahwa merawat anak adalah tugas istri, anda pun harus berkontribusi merawatnya. Bukankah kelahiran si buah hati merupakan hasil kerjasama anda berdua? Sebagai permulaan, bacalah artikel mengenai cara memandikan bayi yang benar atau bisa tanya-tanya kepada teman. Jangan malu, hal ini demi si buah hati, secara emosional kegiatan-kegiatan ini akan mendekatkan anda dengan buah hati.

Dengan kehadiran anak, seorang ayah juga harus menyadari tanggung jawabnya telah bertambah. Jika awalnya hanya bertanggung jawab untuk diri anda sendiri dan istri, maka pengeluaran pun harus memperhitungkan kehadiran anak. Siapkan kualitas mental yang baik ketika membesarkan anak melalui lingkungan yang baik, lingkungan yang sehat dan kualitas pendidikannya.

Selain itu, belajarlah untuk menjadi pribadi yang lebih sabar. Jika selama ini anda termasuk orang yang labil, mudah emosi, tidak menjaga ucapan, maka tinggalkan itu semua. Menghadapi anak tidak bisa dengan cara yang kasar, kasih sayang dan lemah lembut akan membuat anak merasa nyaman. Perlu diketahui, kehadiran anak membuat anda harus ekstra sabar, saat anak menangis tengah malam, anda tidak boleh mengeluh. Otomatis jam tidur anda menjadi terganggu, anda harus siap bekerja sama dengan istri saat anak sulit tidur. Saat usianya bertambah, maka tingkah polahnya pun bertambah. Apakah anda siap dengan semua itu?

Bersyukurlah anda yang menjadi seorang ayah, karena tidak semua orang bisa menjadi ayah. Baik yang mengalami keguguran, anaknya meninggal atau suami istri yang tidak bisa hamil. Seperti yang telah disebut pada awal paragraph, bahwa anak adalah titipan yang Tuhan percayakan pada kita. Oleh karena itu, jangan mensia-siakan titipan Tuhan agar menjadi keluarga yang bahagia.

Itulah ulasan mengenai Kegalauan Yang Sering Dialami Seorang Calon Ayah, semoga ulasan ini bisa membantu anda mempersiapkan diri sebagai ayah teladan. Semoga Bermanfaat. Tag:

Penulis: 

author

Posting terkait "Kegalauan Yang Sering Dialami Seorang Calon Ayah"

Tinggalkan pesan "Kegalauan Yang Sering Dialami Seorang Calon Ayah"