Kesehatan
Sep4

Ketahui Beberapa Kelainan Pada Bayi Baru Lahir

0 komentar

Setiap pasangan sudah barang tentu menginginkan anaknya lahir dengan kondisi normal. Anak yang lahir dengan sehat merupakan kebahagiaan yang tak ternilai. Pasangan suami istri selalu menunggu moment berharga yakni saat anaknya lahir ke dunia. Bukan hanya kebahagiaan yang diperoleh, tapi mereka memiliki anggota keluarga yang baru. Bahkan menjadi kebanggaan tersendiri saat bisa memiliki anak yang merupakan buah cinta dari pernikahan yang sah. Anak tidak bisa ditukar dengan uang, karena kebahagiaannya memang tidak ternilai oleh materi. Apakah anda sudah memiliki anak? Jangan khawatir kalau memiliki anak, mungkin Tuhan belum mentakdirkannya.

Anak yang sehat dan sempurna dipengaruhi oleh beberapa faktor terutama pola hidup sang ibu. Asupan gizi selama kehamilan haruslah sesuai dengan anjuran dokter kandungan. Nutrisi yang cukup bukan hanya untuk ibunya, tapi bayi dalam kandungan justu lebih penting. Kecukupan gizi ditujukan agar bisa meminimalisir kelainan akibat kurangnya gizi harian si Ibu. Selain itu, terapkan pola hidup sehat saat masih mengandung. Hindari kebiasaan merokok, asap rokok dan alcohol. Berolahraga secara teratur dan istirahat yang cukup juga memiliki pengaruh penting pada kesehatan bayi.

Tapi, tidak menutup kemungkinan juga orang tua yang telah mengikuti saran dokter agar bayinya yang lahir nanti bisa sehat, justru malah lahir dengan memiliki kelainan bawaan. Banyak kasus yang terjadi bayi lahir dari orang tua yang tidak memiliki gangguan kesehatan. Sekitar 60% kasus kelainan pada bayi baru lahir penyebabnya tidak diketahui. Sisanya disebabkan oleh genetik, faktor lingkungan atau kombinasi keduanya.

Sekitar 276.000 bayi baru lahir di dunia meninggal selama 4 minggu pertama karena kelainan bawaan. Kelainan pada bayi baru lahir dapat menyebabkan cacat kronis dengan dampak cukup besar pada pertumbuhan mereka. Sebagai keluarga, mungkin akan merasa malu saat anaknya memiliki kelainan. Meskipun kita tahu bahwa bagaimanapun anak kita lahir, tetap harus bersyukur karena merupakan ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa. Umumnya, Kelainan bawaan paling serius terjadi adalah cacat tabung saraf, cacat jantung dan down syndrome.

Sebenarnya, sulit untuk bisa menetapkan penyebab yang spesifik dari kelainan bawaan ini. Namun identifikasi perlu dilakukan, seperti:

  • Faktor Genetik

Kelainan bawaan bisa disebabkan oleh kelainan dari 1 gen yang cacat salah satu orang tuanya. Atau bahkan memerlukan 2 gen yang berasal dari kedua orang tuanya.

  • Faktor Sosial Ekonomi

Keluarga yang memiliki penghasilan rendah bisa melahirkan bayi dengan kelainan bawaan. Seorang ibu sering tidak memiliki akses yang cukup untuk memperoleh makanan bergizi. Hal ini disebabkan rendahnya penghasilan sehingga kesulitan memenuhi angka kecukupan gizi. Rendahnya penghasilan berpengaruh pada daya beli terhadap makanan bergizi. Atau justru seorang ibu yang hidup di keluarga yang berpenghasilan tinggi namun tidak menerapkan pola hidup sehat. Konsumsi alcohol dan kebiasaan merokok dapat meningkatkan resiko kelainan pada bayi baru lahir seperti down sindrom.

  • Kesehatan Orang Tua

Sifilis atau rubella yang menyerang seorang ayah bisa juga menyebabkan kelainan bawaan pada anak. Kemudian kelebihan berat badan (obesitas) dan penyakit diabetes mellitus bisa mengakibatkan anak memiliki kelainan bawaan. Termasuk saat Ibu kekurangan zat asam folat, anak lebih beresiko lahir dengan cacat tabung saraf.

Lalu, apa saja kelainan pada bayi baru lahir itu? setelah mengetahui beberapa identifikasi yang bisa menyebabkan kelainan pada bayi baru lahir di atas, setidaknya kita mulai membangun kesaran untuk bisa menerima apapun yang terjadi pada bayi yang dilahirkan. Beberapa kelainan bawaan itu adalah:

1. Down Sindrom

Kelainan ini merupakan suatu kondisi keterbelakangan perkembangan fisik dan mental anak akibat abnormalitas perkembangan kromosom. Ciri yang khas dari down sindrom seperti retardsi mental, kelainan jantung bawaan, leukemia, gangguan penglihatan dan pengderan hingga otot-otot yang melemah. Abnormalitas perkembangan kromosom disebabkan oleh kegagalan sepasang kromosom untuk saling memisahkan diri saat terjadi pembelahan.

Untuk mendeteksi down sindrom sebaiknya melakukan pemeriksaan kromosom bagi ibu hamil melalui amniocentesis terutama saat masih bulan-bulan awal kehamilan. Down sindrom tidak bisa dicegah, karena Down Sindrom berkaitan dengan kelainan jumlah kromosom.

2. Hipotiroid Konginetal

Kelainan yang kedua merupakan kekurangan hormone tiroid sejak dalam kandungan. Hormon ini dikeluarkan oleh kelenjar tiroid atau kelenjar gondok. Diperkirakan, 1 dari 3000 bayi yang lahir memiliki kelainan hipotiroid konginetal. Meskipun jarang terjadi, anda tetap harus mengetahui kelainan ini karena mungkin saja terjadi pada bayi anda.

Bayi yang menderita kelainan Hipotiroid Konginetal memiliki ciri-ciri yang mungkin terjadi seperti lambatnya reflex, sering tersedak, ubun-ubun besar, mengalami gangguan saat minum dan mengisap serta perut yang membesar dengan pusar menonjol keluar.

3. Penyakit Jantung Bawaan

Saat si buah hati masih dalam kandungan, mungkin saja kelainan ini bisa terjadi. Kondisi ini terjadi karena adanya ketidaknormalan pada organ jantung. Penyakit jantung bawaan ini dikategorikan menjadi dua jenis kelompok yakni sianotik dan asianotik. Sianotik memiliki ciri yang bisa dikenali dengan munculnya kebiruan pada bibir dan ujung kuku. Sedangkan untuk yang asianotik merupakan kebalikannya.

4. Thalassemia

Kelainan bawaan ini berhubungan dengan penyakit kelainan darah yang ditandai dengan kondisi sel darah merah yang mudah rusak. Sel darah meah yang normal memiliki umur 120 hari, sedangkan sel darah merah yang rusak umurnya lebih pendek.

Penderita thalassemia mengalami perubahan atau mutasi gen yakni pembawa kode genetic untuk pembuatan hemoglobin. Sehingga kualitas sel darah merah tidak baik dan tidak dapat bertahan hidup lama seperti sel darah merah normal. Penyakit ini merupakan penyakit yang diturunkan dari orang tua kepada anaknya. Apabila salah satu dari orang tua membawa sifat thalassemia, 50% kemungkinannya anak bisa lahir dengan membawa penyakit thalassemia.

5. Hidrosefalus

Hidrosefalus terjadi karena adanya penumpukan cairan dalam rongga ventrikel, letaknya berada di dalam otak. Kondisi ini sering kita temui, disebabkan oleh kelainan bawaan sejak lahir karena adanya infeksi toksoplasmosis. Jika terjadi infeksi saat dalam kandungan, maka bayinya lahir dengan kondisi hidrosefalus. Sedangkan pada anak yang lebih besar, hidrosefalus bisa disebabkan karena infeksi selaput otak, TBC atau tumor.

Gejala yang sering tampak adalah lingkar kepala yang lebih besar dari bayi yang normal. Bahkan terus bertambah ukurannya selama ubun-ubun besar belum tertutup. Untuk mendiagnosanya dilakukan dengan cara CT scan kepala, sehingga mendapat gambaran ruang ventrikel yang membesar dan menyebabkan jaringan otak di sekelilingnya tertekan.

Agar bayi anda bebas dari kelainan bawaan, sebaiknya hindari paparan lingkungan terhadap zat berbahaya. Selama kehamilan hindari paparan logam berat dan pestisida. Kemudian anda dianjurkan untuk meningkatkan cakupan vaksinasi, terutama terhadap virus rubella pada anak perempuan. Rubella bisa dicegah dengan melakukan vaksinasi pada bayi. Yang pasti, terapkan pola hidup sehat dan terus berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar dianugerahi anak yang sehat, sempurna, sesuai harapan kedua orang tuanya. Semoga Bermanfaat. Tag:

Penulis: 

author

Posting terkait "Ketahui Beberapa Kelainan Pada Bayi Baru Lahir"

Tinggalkan pesan "Ketahui Beberapa Kelainan Pada Bayi Baru Lahir"