Kesehatan
Sep7

Seputar Melahirkan Bayi Prematur Yang Harus Diketahui

0 komentar

Bisa melahirkan bayi yang sehat dan sempurna sudah barang tentu menjadi harapan semua orang tua. Bukan hanya kebahagiaan yang diperoleh, bayi yang sehat juga bisa menjamin kelangsungan hidupnya. Bagi anda yang belum memiliki bayi, sebaiknya mempersiapkan dengan matang dan menambah pengetahuan mengenai kehamilan, cara menjaga kesehatan saat hamil dan beberapa tindakan lain yang mempengaruhi perkembangan bayi.

Melahirkan bayi prematur, menjadi tema yang akan dibahas pada kesempatan ini. Seringnya terjadi kasus bayi prematur membuat kita harus tahu mengenai hal ini. Jangan sampai si buah hati mendapat kesalahan penanganan dari orang tuanya sendiri. Melahirkan bayi prematur kadang menjadikan orang tua panik karena berbagai ketakutan yang dihadapinya. Namun, sebaiknya anda tetap tenang dan memberikan yang terbaik untuk anak. Karena banyak juga bayi yang lahir premature bisa tumbuh dengan baik dan sehat.

Indonesia sebagai negara berkembang, dimana jumlah penduduknya yang besar menduduki peringkat 5 dunia. Ya, peringkat 5 dunia sebagai negara dengan jumlah bayi prematur terbanyak di dunia. Jumlahnya mencapai angka 675.700 bayi pada tahun 2010, data ini berdasarkan laporan Born Too Soon milik The Global Action Report on Preterm Birth dari PBB.

Ukuran tubuh bayi prematur lebih kecil daripada bayi pada umumnya. Selain itu, mereka juga sering mengalami berbagai masalah fisik dalam perkembangannya. Melahirkan bayi prematur antara 23 minggu hingga 28 minggu memiliki resiko komplikasi yang tinggi, seperti cerebral palsy, ADHD, gangguan kecemasan dan mengalami masalah penglihatan, pendengaran dan pencernaan. Bayi prematur juga beresiko lebih tinggi terkena infeksi dan sindrom kematian bayi mendadak (SIDS).  Anda tentu tidak ingin bukan mengalami hal ini? Simak lebih lanjutnya bahasan melahirkan bayi prematur di bawah ini.

Istilah Bayi Prematur

Bayi prematur merupakan kelahiran bayi yang terjadi sebelum sang ibu mencapai akhir dari minggu usia kehamilannya yakni 37 minggu. Tingkat prematuritas sendiri bermacam-macam, dan memiliki resiko masing-masing. Semakin dini kelahiran bayi, semakin tinggi pula resiko yang akan dialaminya. Bayi sangat prematur, lahit sebelum 26 minggu adalah kelahiran yang paling beresiko dan kadang dikenal sebagai prematur mikro. Sedangkan bayi yang lahir tepat waktu atau lahir pada 37 minggu disebut sebagai bayi “term”.

Selain waktu kelahiran yang bisa dikenali, bayi prematur juga dapat didefinisikan dari berat lahir. Berat lahir bayi prematur rendah yakni kurang dari 2500 gram. Berat lahir bayi premature sangat rendah yakni kurang  dari 1500 gram. Dan terakhir, berat lahir bayi prematur rendah ekstrem yakni kurang dari 1000 gram. Karena lahir sebelum waktunya, maka asupan gizi yang diperoleh bayi pun terganggu dan mempengaruhi pada berat lahir. Kelahiran bayi premature dan berat lahir yang rendah biasanya berkaitan juga dengan penyakit jantung pada usia dewasa nanti.

Peluang Hidup Bayi Prematur

Pada kebanyakan Rumah Sakit, 24 minggu adalah usia kelayakan masa kehamilan. 24 minggu menjadi titik batas bagi dokter untuk melakukan intervensi medis intensif dalam menyelamatkan nywa bayi yang lahir prematur. Bayi yang lahir pada minggu ke-24 umumnya akan memperoleh banyak intervensi medis, termasuk ventilasi mekanik dan sejumlah perawatan intensif lainnya. Kemudian diikuti dengan rawat inap jangka panjang di Unit Perawatan Intensif  Neonatal (NICU).

Sebuah keajaiban saat bayi lahir prematur di usia kehamilan 21 minggu, karena memang peluang hidupnya jauh lebih rendah. Kelangsungan hidup seorang bayi akan meningkat seiring usia kehamilannya. Usia kehamilan memang cukup penting dalam menentukan peluang apakah bayi lahir prematur atau normal. Tambahan 1 minggu bayi bertahan dalam rahim sang ibu sangat berpengaruh dan akan membuat perbedaan yang cukup besar.

Semakin lama usia kehamilan anda, resiko melahirkan bayi prematur menurun dan kelangsungan hidupnya lebih besar. Bayi yang lahir mendekati minggu ke 37 usia kehamilan lebih baik daripada lahir sebelum minggu ke 28.

Faktor Penyebab Melahirkan Bayi Prematur

Ada beberapa faktor penyebab kelahiran prematur yang belum teridentifikasi oleh peneliti. Faktor di bawah ini sebenarnya bisa diubah untuk mengurangi resiko yang terjadi. Seringkali, penyebab spesifik dari kelahiran prematur tidak terdeteksi dengan jelas.

  • Usia Ibu saat hamil

Wanita yang berusia di bawah 16 tahun dan lebih dari 35 tahun saat hamil, beresiko 2-4% melahirkan bayi prematur. Usia yang aman dari resiko melahirkan bayi prematur yakni berada pada rentang usia 21-24 tahun saat hamil. Studi mengenai hubungan usia ibu dan kelahiran prematur telah dilakukan. Hasilnya adalah 8% ibu berusia lebih dari 35 tahun melahirkan bayi prematur.

Faktor hormonal berhubungan sekali dengan bertambahnya usia ibu. Namun, masih belum cukup bukti yang kuat dalam menentukan pertambahan usia itu merupakan faktor mandiri dan langsung dari kelahiran bayi prematur atau bukan. Sedangkan wanita yang hamil di bawah umur memiliki resiko kehamilan buruk, termasuk menjalani persalinan dini dibandingkan dengan kelompok ibu berusia 20-35 tahun. Bahkan, resiko melahirkan bayi prematur ekstrem lebih tinggi saat remaja mengalami kehamilan.

  • Jarak antar kehamilan

Periode kehamilan yang jaraknya berdekatan bisa meningkatkan resiko melahirkan bayi prematur. Seperti dua kehamilan yang hanya berjarak 6-9 bulan antara kelahiran seorang bayi dengan awal kehamilan berikutnya. Hal ini terbukti dengan banyaknya laporan wanita yang menjalani kehamilan setelah 12 bulan melahirkan bayi pertama mereka, kemudian melahirkan bayi berikutnya kurang dari 37 minggu. Kasus ini ditemukan oleh sebuah studi di An International Journal of Obstetrics and Gynaecology.

Para ahli menyarankan waktu yang lebih aman antara kehamilan yakni 18 bulan. Jadi jika anda ingin memiliki anak lagi, sebaiknya menunggu jarak 18-24 bulan dari melahirkan untuk hamil kembali.

  • Riyawat melahirkan prematur

Wanita yang melahirkan bayi prematur berada pada angka 30-50% lebih tinggi mengalami kelahiran bayi prematur pada kehamilan berikutnya. Riwayat melahirkan bayi prematur menjadi faktor penyebab resiko terkuat untuk kelahiran premature yang berulang dan sifatnya kambuh.

  • Infeksi yang terjadi pada ibu

Infeksi yang berkaitan dengan kehamilan ini menjadi pemicu penting dari kelahiran prematur. Infeksi yang mempengaruhi vagina, kantung kemih, ginjal dan saluran kencing bisa meningkatkan resiko melahirkan bayi prematur.

Infeksi yang disebabkan bakteri tertentu (bacterial vaginosis) seperti Mycoplasme dan Ureaplasma dapat meningkatkan resikonya. Penelitian menunjukkan bahwa infeksi dalam rahim bertanggung jawab pada lebih dari 405 kelahiran prematur.

  • Kehamilan kembar

 

50% dari kehamilan kembar dua diperkirakan berakhir dalam kelahiran prematur dan kejadian kembar lebih dari dua, 90%-nya dilahirkan dalam keadaan prematur. Penelitian dilakukan oleh Ifeoma Offiah dan tim peneliti dari Rumah Sakit Bersalin Universitas Cork, Irlandia terhadap bayi kembar tiga, hasilnya adalah 36% dari mereka dilahirkan sebelum 32 minggu masa kehamilan.

Selain itu, wanita hamil dengan kembar dua atau lebih diseertai berat badan bayi yang lahir cukup rendah, morbiditas neonatal dan perinatal, neonatal dan bayi meninggal.

  • Gaya hidup

Alcohol, rokok dan obat-obatan terlarang bisa membahayakan perkembangan janin dalam rahim. Wanita sama sekali tidak boleh minum alkohol pada saat hamil, bahkan ketika tidak hamil pun dilarang karena merusak kesehatan. Merokok juga meningkatkan resiko melahirkan bayi prematur hingga dua kali lipat dan berkaitan dengan ketuban pecah lebih dini.

Dengan mengetahui seputar melahirkan bayi prematur, setidaknya anda bisa mulai memahami hal-hal di atas sejak dini sebelum mengalami kehamilan. Sehingga bisa melakukan beberapa persiapan untuk mengurangi resiko kelahiran prematur. Penuhi kebutuhan gizi yang seimbang selama kehamilan dan rajin melakukan pemeriksaan ke bidan atau dokter kandungan. Pendeteksian sejak dini mungkin bisa menjadi upaya yang baik dalam menangani kelahiran prematur. Semoga Bermanfaat. Tag:

Penulis: 

author

Posting terkait "Seputar Melahirkan Bayi Prematur Yang Harus Diketahui"

Tinggalkan pesan "Seputar Melahirkan Bayi Prematur Yang Harus Diketahui"